Anak Suka Berbohong?

Sharing is caring!

Kali ini akan dibahas mengenai perkembangan, alasan, dan tips menyikapi berbohongnya anak.

Berbohong bagaimanapun juga bukanlah hal yang baik sehingga kita tidak boleh membiarkannya menjadi kebiasaan pada diri anak. Maka dari itu, hendaknya kita memahami bagaimana anak berbohong dan mempersiapkan diri agar dapat bersikap dengan baik ketika anak mulai memasuki fase berbohong.

Kita tidak boleh membiarkan anak membentuk kebiasaan berbohong

Perkembangan kemampuan berbohong anak

Anak-anak mulai bisa berbohong biasanya pada usia sekitar 3 tahun. Pada usia ini, anak sudah mulai menyadari bahwa kita tidak selalu bisa membaca apa yang ada dalam pikirannya sehingga anak dapat mengatakan hal-hal yang tidak benar tanpa kita mengetahuinya.

Pada usia 4-6 tahun, anak mulai bisa berbohong dengan lebih baik lagi dengan menysuaikan ekspresi wajah dan intonasi suara dengan apa yang diucap olehnya.

Semakin bertambah usia, anak pun dapat berbohong secara lebih kompleks karena anak memiliki kosakata yang lebih besar dan pemahaman yang lebih baik mengenai cara berpikir orang lain.

Pada usia remaja, mereka dari waktu ke waktu berbohong agar tidak melukai perasaan orang lain.

Mengapa anak berbohong?

Anak dapat berbohong karena berbagai alasan di antaranya:

  1. Takut dihukum/dimarahi atau mengecewakan orang tua. Terkadang anak takut mengakui kesalahannya karena takut akan dimarahi oleh orang tua. Selain itu, bisa juga karena tuntutan yang diberikan oleh orang tua terhadapnya terlalu tinggi sehingga dirinya mengarang pencapaian yang sebenarnya tidak dia dapatkan.
  2. Mencari perhatian. Anak dapat berbohong untuk mendapatkan pujian/perhatian dari orang lain.
  3. Permasalahan emosional. Anak dapat sering berbohong untuk menutup-nutupi perasaan atau masalahnya ketika dirinya di-bully atau mengalami depresi.
  4. Menghindari tugas yang hendak diberikan. Anak dapat berpura-pura sakit, dsb. ketika dirinya sedang malas mengerjakan tugas sekolah, tugas rumah, dll.

Tips menyikapi anak terkait berbohong

Berdasarkan Alodokter, usia 5-10 tahun merupakan saat yang tepat untuk mengajarkan anak mengenai bedanya kebohongan dan kejujuran serta untung-ruginya. Orang tua harus membuat anak sadar bahwa berbohong adalah kebiasaan buruk yang akan membuatnya terjebak dalam kesulitan nantinya.

Berikut adalah tips untuk menghindarkan anak dari kebiasaan berbohong:

  1. Jadilah contoh. Jadilah contoh yang baik bagi anak-anak. Sebagaimana sudah sering dijelaskan bahwa orang tua merupakan role-model (teladan) yang penting bagi anak-anak, maka orang tua hendaknya berkata jujur dan juga tidak berbohong.
  2. Jangan langsung marah. Tegurlah anak secara halus apabila dirinya berbohong dan kemudian jelaskan kepada dirinya mengapa berbohong itu tidak baik. Dengan tidak marah-marah kepada anak, anak dapat lebih tenang menghadapi situasi ini sehingga lebih dapat menerima pesan yang kita sampaikan.
  3. Puji anak ketika anak mengakui kesalahannya. Anak mungkin malah akan memilih untuk berbohong apabila dirinya dimarahi saat berkata jujur. Maka, ketika anak berbuat kesalahan dan mengakuinya, katakanlah semisal, “Ibu senang kamu jujur. Yuk, kita bereskan masalahnya sama-sama.”
  4. Bicarakan kepada anak mengenai konsep kebohongan dan kejujuran. Seperti, “Menurutmu, kalau Ayah membohongi Ibu, apa yang akan Ibu rasakan?”
  5. Bina hubungan baik dengan anak. Apabila kita tidak berhubungan baik dengan anak, anak akan sulit untuk terbuka kepada kita. Jadilah pendengar yang baik bagi anak dan arahkan anak dengan cara yang baik.

Demikian adalah bahasan mengenai anak yang berbohong. Terdapat milestones perkembangan kemampuan berbohong anak. Anak dapat berbohong karena berbagai alasan. Agar tidak menjadi kebiasaan anak, hendaknya kita menjadi contoh yang baik baginya, memberikannya pemahaman, dan membina hubungan yang baik dengannya.

Referensi

  1. ADRIAN, Kevin. Penyebab Anak Berbohong dan Cara Menyikapinya [daring]. 2020 [dilihat 31 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.alodokter.com/anak-suka-berbohong-apa-yang-harus-dilakukan-2
  2. FAHLEVI, Reza. Bagaimana Jika Anak Suka Berbohong [daring] 2020 [dilihat 31 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.klikdokter.com/info-sehat/read/2697389/bagaimana-jika-anak-suka-berbohong
  3. RAISING CHILDREN NETWORK. Lies: why children lie and what to do [daring]. 2020 [dilihat 31 Desember 2020]. Tersedia dari: https://raisingchildren.net.au/preschoolers/behaviour/common-concerns/lies
  4. SETIAPUTRI, Karinta A. 8 Cara Mendidik dan Membiasakan Anak Jujur Sejak Kecil [daring]. 2020 [dilihat 31 Desember 2020]. Tersedia dari: https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/mendidik-anak-jujur/
Anak Suka Berbohong?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *