Cita-Cita: Pentingnya bagi Anak

Sharing is caring!

anak panjat tebing (ilustrasi meraih cita-cita)
Penentuan tujuan mengajarkan anak untuk gigih dalam berusaha untuk meraih tujuan

Berdasarkan sebuah artikel dalam CALE Learning Enhancement Eastern Washington University, penentuan tujuan atau goal-setting adalah mengambil langkah-langkah yang aktif untuk mencapai hasil (impian/cita-cita) yang diharapkan.

Cita-cita yang ditentukan (misalnya, menjadi seorang guru) kemudian dibagi lagi menjadi langkah-langkah yang lebih kecil untuk diraih hingga akhirnya sukses pun tercapai.

Mengajarkan anak konsep penentuan tujuan ini penting sebab penentuan tujuan memberikan dampak yang positif pada produktivitas.

Dengan gambaran yang jelas terkait hasil yang ingin dicapai dan langkah-langkahnya, anak akan lebih termotivasi dan lebih memiliki kegigihan untuk meraih cita-cita yang diharapkan. Selain itu, penentuan tujuan juga meningkatkan kemampuan eksekutif anak.

Berbicara tentang kemampuan eksekutif, mungkin sebagian parents belum akrab dengan istilah ini. Kemampuan eksekutif adalah kemampuan untuk mengatur perilaku diri sendiri.

Fungsi eksekutif meliputi:

  • kemampuan untuk mengontrol perhatian,
  • menjauhkan diri dari informasi/stimulus yang tidak relevan,
  • memikirkan lebih dari satu konsep, dan
  • mengelola waktu secara efektif.

Tampak penting, bukan? Lantas, bagaimana, sih, caranya mengajarkan anak tentang penentuan tujuan? Berikut adalah panduannya diadaptasi dari Katie Hurley, LCSW dalam PBS.

1. Buatlah cita-cita yang realistis

Doronglah anak untuk menetapkan tujuan-tujuan yang realistis. Misalnya, jika anak alergi terhadap kucing, sepatutnya anak tidak berharap untuk memelihara kucing.

Ajari juga anak mengenai jangka waktu yang mungkin untuk mencapai suatu tujuan. Misalnya, menjadi atlet sepakbola profesional merupakan tujuan jangka panjang sedangkan mendapatkan nilai 90 pada ujian berikutnya adalah tujuan jangka pendek.

2. Pilihlah cita-cita yang menantang

Dengan begitu, anak akan belajar untuk mendorong dirinya menghadapi tantangan-tantangan daripada berdiam di zona nyaman. Doronglah anak untuk memilih tujuan yang bisa dicapai, tetapi menantang.

3. Menetapkan tujuan secara spesifik

Tujuan yang baik haruslah spesifik. Tujuan yang terlalu umum seperti, “Aku ingin menjadi pemain sepakbola terbaik,” bisa diterjemahkan menjadi “Sebagai striker, ingin mencetak skor 1 kali setiap pertandingan.” Kuncinya adalah tujuan tersebut harus bisa diukur.

4. Bagi menjadi langkah-langkah yang lebih kecil

Pecahlah tujuan yang besar menjadi langkah-langkah yang lebih kecil. Dengan begitu, anak bisa lebih fokus dalam mencapai tujuannya. Anak menjadi tahu harus memulai dari mana dan apa saja yang perlu dilakukannya untuk mencapai tujuannya.

5. Buat poin-poin

Buat alat bantu berupa poin-poin dari langkah-langkah menuju pencapaian tujuan. Sistem ini dibuat sesuai dengan kebutuhan anak. Misalnya, tujuan besarnya adalah untuk satu tahun. Maka, dalam sistem dibuat poin-poin untuk dicentang anak setiap bulannya menuju pencapaian satu tahun.

6. Buat lingkungan yang mendukung

Buatlah lingkungan yang saling mendukung dalam keluarga. Sehingga dalam keluarga, suasananya menjadi lebih kooperatif daripada kompetitif.

Demikian bahasan singkat mengenai penetapan tujuan dan manfaatnya bagi anak. Penetapan tujuan adalah mengambil langkah-langkah aktif untuk mencapai suatu tujuan.

Dengan menerapkan konsep penetapan tujuan, anak menjadi lebih termotivasi, lebih memiliki kegigihan, dan kemampuan eksekutifnya lebih terasah. Dalam penerapannya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah langkah.

Baca juga: Mendidik Anak Menjadi Anak Tangguh.

Referensi

  1. Eastern Washington University. “Goal-Setting.” CALE Learning Enhancement, tidak tersedia, https://inside.ewu.edu/calelearning/psychological-skills/goal-setting/.
  2. Hurley, Katie. “How to Help Your Child Set and Reach Goals.” PBS KIDS for Parents, 4 Januari 2016, https://www.pbs.org/parents/thrive/how-to-help-your-child-set-and-reach-goals.
  3. Li, Pamela. “Goal Setting For Kids: 5 Simple Steps and Pitfalls to Avoid.” Parenting for Brain, 14 September 2022, https://www.parentingforbrain.com/goal-setting-for-kids/.
  4. Terry, Bonnie. “4 Steps to Goal Setting for Kids.” Scholar Within, 2 Januari 2023, https://scholarwithin.com/successful-goal-setting-for-kids#executive-function.
Cita-Cita: Pentingnya bagi Anak
Ditag di:            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *