Dysarthria dan Terapi Wicara

Sharing is caring!

Dysarthria dan Terapi Wicara

Berdasarkan Asosiasi Bicara-Bahasa-Pendengaran Amerika, dysarthria pada anak menyebabkan anak kesulitan bicara akibat lemahnya otot-otot yang digunakan untuk berbicara (seperti wajah, bibir, lidah, tenggorok, dan otot-otot pernapasan) yang disebabkan oleh kerusakan otak (1).

Beberapa gejala dysarthria di antaranya:

  • kurang jelas dalam berucap;
  • suara terdengar hipernasal atau seperti berbisik;
  • suara yang tegang dan serak;
  • berbicara terlalu keras atau terlalu pelan;
  • berbicara dengan irama yang tidak teratur;
  • berbicara monoton;
  • kesulitan dalam menggerakkan lidah dan bibir;
  • sulit menelan;
  • ngiler (drooling) secara terus-menerus.

Terapi wicara dapat membantu memperbaiki gejala-gejala dysarthria. Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan oleh terapis wicara di antaranya mengatur kecepatan bicara; melatih otot-otot; melatih cara bernafas; melatih produksi suara yang lebih baik; melatih artikulasi yang lebih akurat.

Referensi

  1. AMERICAN SPEECH-LANGUAGE-HEARING ASSOCIATION. Dysarthria [online]. Tidak tersedia [dilihat 10 Oktober 2019]. Tersedia dari: https://www.asha.org/public/speech/disorders/dysarthria/
Dysarthria dan Terapi Wicara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *