Jangan Biarkan Anak-Anak Bermain Air Banjir!

Sharing is caring!

Banjir
Banjir juga memiliki dampak pada kesehatan

Kita patut prihatin melihat banyaknya anak-anak yang bermain air banjir. Mengapa demikian? Karena air banjir itu kotor dan dapat menimbulkan penyakit-penyakit.

Salah satunya yang dapat menyebabkan kematian adalah penyakit leptospirosis. Berdasarkan Alodokter, penyakit leptopspirosis adalah penyakit infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Leptospira interrogans yang terdapat dalam urine (air kencing) atau darah hewan yang membawa bakteri ini (salah satu yang dapat membawanya adalah tikus) (1).

Akademisi dan praktisi klinis Ari Fahrial Syam dikutip dalam Liputan6.com berpesan, “Apabila kita mengalami luka terbuka pada tangan atau kaki atau mukosa mulut, maka air yang sudah tercemar dengan kotoran tikus yang sudah mengandung leptospirosis akan menularkan kita.” (2)

Berhubung sekarang sering terjadi banjir dan penyakit ini dapat menyebabkan kematian, kita patut meningkatkan kewaspadaan kita. Dokter RS Premier Jatinegara, Jakarta, dr. Laura Anasthasya, Sp.PD menjelaskan kasus leptospirosis menunjukkan kecenderungan meningkat usai banjir (3).

Berdasarkan Petunjuk Teknis Pengendalian Leptospirosis oleh Kementerian Kesehatan, pada tahun 2002, terjadi banjir di beberapa wilayah di Jakarta dan pada saat itu terdapat angka kematian yang cukup tinggi akibat penyakit ini yang mana disebabkan oleh penderita terlambat datang ke rumah sakit (4). Dalam pemberitaan lain yang menggambarkan penyakit ini dapat mematikan, pernah terjadi di Karanganyar, 5 dari 7 orang yang terkena leptospirosis meninggal dunia (5).

Oleh karena itu, kita seharusnya prihatin melihat anak-anak yang bermain air banjir sekalipun mereka terlihat senang karena perilaku tersebut sebenarnya membahayakan kesehatan mereka. Berikan anak-anak pemahaman mengenai bahaya bermain air banjir. Jangan izinkan mereka membahayakan diri mereka sendiri.

Referensi

  1. ALODOKTER. Leptospirosis [daring]. 2018 [dilihat 26 Februari 2020]. Tersedia dari: https://www.alodokter.com/leptospirosis
  2. PRASASTI, Giovani Dio. Meski Menyenangkan, Main Air Banjir Berbahaya Bagi Anak-Anak [daring]. 2020 [dilihat 26 Februari 2020]. Tersedia dari: https://www.liputan6.com/health/read/4148464/meski-menyenangkan-main-air-banjir-berbahaya-bagi-anak-anak
  3. SUSANTI, Reni. Mengenal Leptospirosis, Penyakit “Langganan” Pasca-Bencana Banjir [daring]. 2020 [dilihat 26 Februari 2020]. Tersedia dari: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/01/20/082556620/mengenal-leptospirosis-penyakit-langganan-pasca-bencana-banjir?page=all
  4. DIREKTORAT JENDERAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT. Petunjuk Teknis Pengendalian Leptospirosis. Cetakan Ke-3. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2017.
  5. ZAMANI, Labib. Di Karanganyar, 7 Orang Kena Leptospirosis, 5 di Antaranya Meninggal [daring]. 2020 [dilihat 26 Februari 2020]. Tersedia dari: https://regional.kompas.com/read/2020/02/11/15365891/di-karanganyar-7-orang-kena-leptospirosis-5-di-antaranya-meninggal?page=all
Jangan Biarkan Anak-Anak Bermain Air Banjir!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *