Kecemasan pada Penyandang Autisme (ASD)

Sharing is caring!

Kecemasan merupakan masalah terkait kesehatan mental yang sering ditemukan pada penyandang autisme baik anak-anak maupun orang dewasa.

Adalah penting bagi pengasuh untuk peka terhadap kecemasan anak beserta pemicunya

Berdasarkan National Autistic Society (1), banyak anak-anak dan orang dewasa dengan autisme mengalami kecemasan yang mana apabila berlangsung terus-menerus dapat mengarahkan mereka pada ledakan-ledakan emosi (meltdowns), melukai diri, dan depresi.

Selain itu, riset juga mengonfirmasi bahwa orang-orang dengan autisme memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan sebayanya yang berkembang normal (2).

Maka dari itu, pentinglah bagi kita untuk dapat peka apabila anak mengalami kecemasan dan juga mengenali pemicu-pemicunya sehingga dapat menerapkan strategi yang paling cocok untuk mengatasi permasalahan kecemasan ini.

Berikut merupakan hal-hal yang dapat memicu kecemasan pada anak dengan autisme (3):

  1. pemicu stres di sekolah: jadwal berubah, masalah akademik, masalah sosial, hal-hal baru, dan
  2. pemicu stres di rumah: sensorik (berganti pakaian, keramas, ke dokter gigi, makanan yang tidak disukai, harus potong rambut), mengerjakan tugas rutin (bersiap ke sekolah, menyelesaikan PR, mengerjakan pekerjaan rumah tangga), dan kegiatan keluarga (menyesuaikan dengan acara keluarga).

Adapun ciri-ciri fisik kecemasan meliputi (4):

  • jantung berdebar kencang,
  • merasa sesak napas,
  • merasa tidak tenang dan tertekan,
  • merasa gemetar, dan
  • berkeringat dan merasa sakit.

Anak-anak dengan autisme mungkin memiliki kesulitan untuk mengomunikasikan keluhannya, tetapi kita dapat melihat tanda-tanda kecemasan anak pada perilakunya. Apabila anak dengan autisme sedang merasa cemas, dirinya akan semakin menampilkan perilaku-perilaku yang menyulitkan, seperti (5):

  • menekankan lebih kuat untuk menjaga kesamaan atau rutinitas,
  • memiliki permasalahan tidur,
  • menampilkan meltdowns atau ledakan emosi,
  • menghindar atau menarik diri dari situasi-situasi sosial,
  • menjadi lebih mengandalkan obsesi-obsesi dan ritual-ritual, seperti membariskan benda-benda atau memutar-mutar benda,
  • stimming dengan mengayun-ayunkan badannya, mengibas-ngibas tangan, atau berputar-putar, dan
  • melukai diri sendiri seperti menggaruk-garuk kepala, membenturkan kepala, atau mencakar-cakar kulit.

Lalu, apa saja yang pengasuh bisa lakukan untuk mengatasi kecemasan ini? Berdasarkan panduan oleh National Autistic Society (6), pengasuh dapat membantu anak terkait kecemasannya dengan di antaranya:

  • memahami pemicu kecemasannya,
  • mengurangi ketidakpastian (seperti dengan membuat jadwal),
  • mengalihkan anak ke aktivitas lain yang disukainya apabila aktivitas yang dilakukannya saat itu sudah membuatnya tidak nyaman,
  • mengadaptasi lingkungan untuk mengurangi stimulus yang berlebihan, dan
  • mendorong anak untuk melakukan aktivitas-aktivitas untuk relaksasi (seperti olahraga atau yoga).

Kecemasan merupakan sebuah permasalahan yang perlu diperhatikan pada penyandang autisme. Mengetahui ciri-ciri kecemasan adalah penting karena dengan itu kita bisa mengenali apabila anak sedang mengalaminya. Selain itu, kita juga harus memahami pemicu-pemicu kecemasan pada anak agar kita dapat menyusun strategi yang tepat untuk mengatasi kecemasannya.

Referensi

  1. NATIONAL AUTISTIC SOCIETY. Anxiety [daring]. 2020 [dilihat 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.autism.org.uk/advice-and-guidance/topics/mental-health/anxiety
  2. AUTISM TASMANIA. Common Challenges [daring]. Tidak tersedia [dilihat 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.autismtas.org.au/about-autism/common-challenges/
  3. PUSAT LAYANAN AUTISME MANSFIELD AUSTRALIA. Autisme & Gelisah [daring]. Tidak tersedia [dilihat 2 Desember 2020]. Tersedia dari: http://repository.uin-malang.ac.id/509/1/Autisme%20%26%20Gelisah.pdf
  4. AUTISTICA. Anxiety and autism [daring]. Tidak tersedia [dilihat 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.autistica.org.uk/what-is-autism/signs-and-symptoms/anxiety-and-autism
  5. RAISING CHILDREN NETWORK. Anxiety: autistic children and teenagers [daring]. 2020 [dilihat 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://raisingchildren.net.au/autism/health-daily-care/mental-health/anxiety-asd
  6. NATIONAL AUTISTIC SOCIETY. Anxiety – a guid for parents and carers [daring]. 2020 [dilihat 1 Desember 2020]. Tersedia dari: https://www.autism.org.uk/advice-and-guidance/topics/mental-health/anxiety/parents
Kecemasan pada Penyandang Autisme (ASD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *