Mencegah Anak dari Kekurangan Asupan Cairan

Sharing is caring!

Anak-anak lebih mudah dehidrasi dibandingkan orang dewasa dan jika anak tidak terhidrasi dengan baik, anak akan sulit fokus ketika belajar dan bahkan pada level tertentu, harus segera menghubungi bidan/perawat/dokter. Maka tentu, perlu bagi orang tua untuk lebih memperhatikan asupan cairan anak.

Anak lebih mudah dehidrasi sehingga perlu kita beri perhatian lebih mengenai asupan cairannya

Berdasarkan Alodokter, dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan yang mengakibatkan tubuh tidak dapat berfungsi dengan normal (1).

Berdasarkan AboutKidsHealth, terkait anak-anak dan bayi, mereka lebih mudah dehidrasi karena tubuh mereka lebih kecil dan mereka memiliki cadangan air yang lebih kecil. Anak-anak yang usianya lebih lanjut dan para remaja dapat lebih mudah menangani ketidakseimbangan cairan minor. (2)

Selain itu, berdasarkan CS Mott Children’s Hospital (3), anak-anak juga dapat lebih mudah dehidrasi karena di antaranya:

  • anak-anak memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi sehingga tubuhnya menggunakan lebih banyak air,
  • anak-anak lebih mudah terkena muntah-muntah/diare karena sistem imunnya belum sempurna,
  • anak-anak seringkali tidak minum/makan ketika merasa tidak sehat, dan
  • mereka tergantung kepada para pengasuh mereka mengenai asupan makanan dan minumannya.

Melihat kecenderungan anak yang lebih tinggi untuk dehidrasi karena berbagai alasan, maka tentu kita perlu untuk lebih memerhatikan asupan cairan anak.

Selain itu, berdasarkan Buku Kesehatan Ibu & Anak (4), air putih sangat penting sebab jika anak tidak terhidrasi dengan baik, anak akan sulit fokus ketika belajar. Maka, dianjurkan untuk membiasakan minum air putih yang berkualitas, yaitu: tidak berwarna, tidak berbau, tidak berasa, dan mengandung mineral.

Sebagai panduan dalam menjaga asupan cairan anak, Buku Kesehatan Ibu & Anak juga memaparkan informasi mengenai kecukupan kebutuhan cairan anak per hari.

  • 0-6 bulan memerlukan ASI,
  • 7-11 bulan memerlukan air 800 mililiter (ml) (setara kurang lebih 3 gelas),
  • 1-3 tahun memerlukan air 1.200 mililiter (ml) (setara kurang lebih 5 gelas), dan
  • 4-6 tahun memerlukan air 1.500 mililiter (ml) (setara kurang lebih 6 gelas).

Mengukur apakah kebutuhan cairan telah tercukupi dapat dilakukan dengan mengamati air kencingnya. Berikut adalah tabel indikator hidrasi berdasarkan warna urine berdasarkan Buku Kesehatan Ibu & Anak.

Cara mendeteksi hidrasi berdasarkan warna urine anak (klik gambar untuk memperbesar)

Dengan demikian, tentu orang tua perlu untuk memberikan perhatian lebih terhadap kecukupan asupan cairan anak sebab anak-anak lebih mudah dehidrasi dan jika anak tidak terhidrasi dengan baik, anak akan sulit fokus untuk belajar.

Bahkan, pada level tertentu, yaitu ketika warna air kencingnya gelap dan warnanya tetap tidak membaik sekalipun telah dengan segera diberi minum air putih sesuai kebutuhan, orang tua harus segera menghubungi perawat/bidan/dokter untuk penjelasan lebih lanjut.

Referensi

  1. MARIANTI. Dehidrasi [daring]. 2018 [dilihat 27 Oktober 2020]. Tersedia dari: https://www.alodokter.com/dehidrasi
  2. ABOUTKIDSHEALTH. Dehydration [daring]. 2019 [dilihat 27 Oktober 2020]. Tersedia dari: https://www.aboutkidshealth.ca/dehydration
  3. HEALTWISE. Dehydration [daring]. 2019 [dilihat 27 Oktober 2020]. Tersedia dari: https://www.mottchildren.org/health-library/dehyd
  4. KEMNTERIAN KESEHATAN RI. Buku Kesehatan Ibu & Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan dan JICA (Japan International Cooperation Agency).
Mencegah Anak dari Kekurangan Asupan Cairan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *