Mendidik Anak Menjadi Anak Tangguh

Sharing is caring!

Bagaimana caranya agar anak menjadi anak tangguh?

Ketangguhan (resilience) adalah kemampuan seorang anak untuk segera bangkit dari pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan. Pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan yang dimaksud bagi anak-anak bisa berupa beradaptasi dengan teman-teman baru, mendapatkan nilai yang jelek, dll.

Mengapa ketangguhan ini penting untuk dibentuk pada anak? Karena anak yang tangguh:

  • lebih cepat bangkit dari keterpurukan,
  • lebih mau mencoba lagi sekalipun belum berhasil (sehingga anak lebih bisa mengembangkan kemampuannya),
  • lebih bisa mengelola emosi karena memahami bahwa perasaan negatifnya biasanya tidak akan bertahan lama,
  • lebih sedikit kemungkinannya untuk menghindari masalah atau mengatasi masalah dengan cara yang tidak sehat, dan
  • memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik.

Agar anak menjadi anak tangguh

Sekalipun sebagian anak secara alami lebih tangguh daripada yang lain, ketangguhan bisa diajarkan.

Lantas, bagaimana supaya seorang anak tumbuh menjadi anak yang tangguh? Berikut adalah di antara cara-cara yang bisa dilakukan untuk membangun ketangguhan pada anak:

  1. Akui perasaan anak. Kesadaran diri atau self-awareness merupakan bagian penting dari ketangguhan. Mengatakan kepada anak bahwa apa yang dialaminya tidak begitu buruk atau mereka seharusnya tidak menjadikan pengalamannya sebagai masalah tidaklah membantu anak menjadi lebih kuat maupun membantu anak menghadapi masalahnya. Yang harusnya dilakukan adalah bantu anak mengenali dan membicarakan tentang perasaannya.
  2. Bentuk pola pikir anak. Bantulah anak untuk bangkit lagi setelah mengalami sebuah kegagalan. Pastikan anak mengerti bahwa kegagalan adalah hal yang biasa dalam belajar dan bereksperimen dan bahwa proses belajar itu penting.
  3. Berikan dukungan kepada anak. Akan tetapi, tidak dengan cara mengambil alih dan menyelesaikan masalah anak. Dukung supaya anak memiliki kebiasaan positif, yaitu untuk mencoba lagi dan mencari solusi dari permasalahannya. Menghindarkan anak dari masalah tidak akan membantunya sedangkan berupaya mengatasinya membantu anak mengembangkan ketangguhan.
  4. Bicarakan tentang pelajaran yang didapat. Bicarakan dengan anak tentang pelajaran-pelajaran apa saja yang bisa diambil dari sebuah kesulitan. Dengan begitu, anak bisa melihat apa yang bisa dilakukannya lebih baik di kemudian hari.
  5. Dorong hubungan yang mendukung. Ketika anak memiliki dukungan dari para orang dewasa yang stabil dan berkomitmen (baik itu orang tua, pengasuh, atau para guru), anak akan merasa memiliki apa yang dibutuhkannya untuk menghadapi suatu kesulitan. Hubungan-hubungan ini menciptakan lingkungan yang baik bagi anak untuk tumbuh dan berkembang.
  6. Biarkan anak belajar. Jika anak menghadapi situasi yang dapat membahayakan keamanannya, kita tentu harus mengintervensi. Akan tetapi, di saat yang tepat, biarkan anak mengambil keputusannya sendiri agar anak bisa belajar bahwa setiap yang dilakukannya memiliki konsekuensi dan belajar darinya. Seiring anak semakin banyak membuat pilihan, anak akan menjadi lebih bijak, percaya diri, dan mampu untuk bangkit dari keterpurukan.
  7. Dorong anak untuk menolong orang lain. Tentunya disesuaikan dengan usia anak. Anak-anak yang merasa tidak berdaya bisa merasa memiliki daya dengan membantu yang lain.
  8. Dorong anak untuk bergerak meraih tujuannya. Ajarkan anak untuk menetapkan tujuan-tujuan yang masuk akal dan bantu mereka untuk bergerak meraihnya secara perlahan. Menetapkan tujuan-tujuan dapat membantu anak fokus pada sebuah tugas yang spesifik dan bisa membantu kegigihan untuk tetap maju sekalipun berhadapan dengan berbagai tantangan.

Demikian bahasan ringkas mengenai cara-cara yang bisa kita lakukan untuk membangun ketangguhan pada diri anak. Ada banyak hal positif yang didapat jika seorang anak memiliki ketangguhan. Ketangguhan bisa diajarkan. Semoga bermanfaat.

Baca juga: Pentingnya Disiplin bagi Anak.

Referensi

  1. RAISING CHILDREN NETWORK. Resilience: how to build it in children 3-8 years [daring]. 2021 [dilihat 7 April 2022]. Tersedia dari: https://raisingchildren.net.au/school-age/behaviour/understanding-behaviour/resilience-how-to-build-it-in-children-3-8-years#resilience-why-its-good-for-children-nav-title
  2. BELSKY, Gail. How to build resilience in kids [daring]. Tidak tersedia [dilihat 7 April 2022]. Tersedia dari: https://www.understood.org/articles/en/building-resilience-in-kids
  3. MAYO CLINIC STAFF. Tips for building your child’s resilience [daring]. 2022 [dilihat 7 April 2022]. Tersedia dari: https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/resilient-child/art-20490349
  4. AMERICAN PSYCHOLOGICAL ASSOCIATION. Resilience guide for parents and teachers [daring]. 2022 [dilihat 7 April 2022]. Tersedia dari: https://www.apa.org/topics/resilience/guide-parents-teachers
Mendidik Anak Menjadi Anak Tangguh

Satu gagasan untuk “Mendidik Anak Menjadi Anak Tangguh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *