Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Memanjakan Anak?

Sharing is caring!

Memberikan kasih sayang kepada anak adalah hal yang amat penting, tetapi pada situasi-situasi tertentu, kita harus mau membiarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri agar anak tidak menjadi manja.

Terkadang, pada tingkatan tertentu kita harus membiarkan anak menyelesaikan masalahnya sendiri agar anak tumbuh mandiri dan bertanggung jawab

Tugas orang tua salah satunya adalah memenuhi semua kebutuhan anak dengan penuh kasih sayang. Akan tetapi, kesan yang timbul dari gagasan ini tidak boleh disalahartikan. Maksudnya, orang tua juga harus memberikan ruang bagi anak untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.

Apabila anak selalu ditolong atau diberikan gratifikasi dengan mudah, anak dapat menjadi manja. Anak dapat menjadi manja karena tidak diberikan ruang oleh orang tua untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Berdasarkan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo dalam Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (1), anak yang terlalu dimanjakan tidak memiliki kesempatan untuk berlatih menjadi dewasa padahal kedewasaan agar tumbuh wajar, perlu dilatih.

Selain perihal kedewasaan (kemandirian dan tanggung jawab), anak-anak yang dimanjakan juga cenderung untuk di antaranya (2):

  • sulit mengembangkan kemampuannya, karena tantangan diminimalisir, anak terbiasa dalam zona nyaman;
  • tidak menyukai kekalahan, karena anak terbiasa selalu mendapatkan apa yang dia inginkan;
  • sulit berteman, karena manja dapat menjadikan anak cengeng dan egois yang mana sering dinilai negatif oleh yang lain;
  • mudah menyerah saat menghadapi rintangan, anak tidak paham bahwa mendapatkan sesuatu butuh perjuangan dan kerja keras.

Dengan demikian, tampaklah bahwa terlalu memanjakan anak memang sebagaimana yang kita ketahui, bukanlah hal yang baik. Akan tetapi, tetap jangan juga menyalahartikan. Memenuhi kebutuhan anak dengan penuh kasih sayang, tetaplah kewajiban orang tua. Hanya saja, orang tua perlu bijaksana mengenai apa yang harus orang tua bantu dan mana yang anak harus dilatih untuk bisa menanganinya sendiri.

Referensi

  1. SUPRAYOGO, Imam. Kasih Sayang yang Merugikan [daring]. 2016 [dilihat 7 November 2020]. Tersedia dari: https://uin-malang.ac.id/r/161201/kasih-sayang-yang-merugikan.html
  2. SDICT AL-ABIDIN. 9 Dampak Negatif Terlalu Memanjakan Anak [daring]. 2018 [dilihat 7 November 2020]. Tersedia dari: https://sdict.alabidin.sch.id/9-dampak-negatif-terlalu-memanjakan-anak/
Mengapa Kita Tidak Boleh Terlalu Memanjakan Anak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *