Perbedaan Anak Aktif dan Anak Hiperaktif

Sharing is caring!

Hello, parents! Anak-anak memang wajar, ya, bersikap aktif dan terlihat begitu energik. Akan tetapi, terkadang orang tua ragu apakah anak termasuknya anak aktif atau anak hiperaktif.

Ilustrasi anak hiperaktif

Menanggapi keraguan itu, orang tua bisa melihat bagaimana perilaku anak dilihat dari aspek-aspek di antaranya:

1. Pengeluaran Energi

Anak-anak yang aktif akan mengeluarkan energinya untuk hal-hal yang lebih terarah seperti untuk bermain dengan teman-teman atau berolahraga. Di sisi lain, anak-anak yang hiperaktif tidak memiliki arah atau fokus yang jelas dalam pengeluaran energinya. Anak-anak hiperaktif mungkin terus-menerus berlarian, berbicara terus-menerus, dan sulit untuk duduk diam.

2. Menjaga Konsentrasi

Ketika mengerjakan tugas-tugas, anak yang aktif bisa mempertahankan fokusnya sehingga pekerjaannya bisa diselesaikan hingga tuntas. Anak hiperaktif memiliki kesulitan untuk berkonsentrasi sehingga pekerjaan yang dikerjakannya memiliki kemungkinan lebih besar untuk tidak selesai.

3. Interaksi Sosial

Anak-anak yang hiperaktif kesulitan untuk menunda dan melihat terlebih dahulu dampak dari apa yang hendak dilakukannya (impulsif). Ini dapat memengaruhi hubungan anak hiperaktif dengan orang lain misalnya dengan berbicara tanpa melihat situasi, sering menyelak pembicaraan orang lain, dan memotong antrean.

4. Permasalahan Emosi

Anak-anak yang aktif lebih memiliki kemampuan untuk mengontrol emosinya dan tidak mudah menangis kecuali saat marah, kesal, dan sedih. Lain hal dengan anak-anak hiperaktif. Mereka lebih sensitif, mudah merasa frustrasi, dan kewalahan dengan emosi yang muncul. Hal ini dapat menjadikan mereka lebih mudah menangis.

Demikian bahasan tentang perbedaan anak aktif dan hiperaktif. Meskipun sifat aktif pada anak adalah hal yang wajar, ada hal-hal yang bila dilihat lebih dalam bisa menandakan bahwa anak bukan sekadar aktif melainkan hiperaktif. Hal-hal itu di antaranya bisa dilihat dari arah aktivitas, konsentrasi, interaksi sosial, dan kemampuan emosional anak.

Baca juga: Penyebab Hiperaktif: pada Anak dan Dewasa.

Referensi

  1. CNLD Testing & Therapy. “Does My Child Have ADHD or Just High Energy?” CNLD Testing & Therapy, tidak tersedia, https://www.cnld.org/does-my-child-have-adhd-or-just-high-energy/.
  2. Halodoc. “Si Kecil Aktif atau Hiperaktif? Ini Bedanya!” Halodoc, 19 Juli 2023, https://www.halodoc.com/artikel/si-kecil-aktif-atau-hiperaktif-ini-bedanya.
  3. Hermina Purwokerto. “Kenali 5 Perbedaan Anak Aktif dan Anak Hiperaktif.” Hermina Hospitals, 15 Maret 2022, https://www.herminahospitals.com/id/articles/kenali-5-perbedaan-anak-aktif-dan-anak-hiperaktif.html.
  4. WebMD. “ADHD in Children.” WebMD, 4 Maret 2022, https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/ss/slideshow-adhd-in-children.
Perbedaan Anak Aktif dan Anak Hiperaktif
Ditag di:                            

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *