Tall Tales: Ketika Anak Bercerita “Bohong”

Sharing is caring!

Berikut akan dibahas mengenai anak yang suka berlebihan dalam bercerita dan bagaimana menghadapinya.

Apa itu tall tales?

Tall tales atau dapat diartikan secara harfiah “dongeng tinggi” adalah ketika anak bercerita tentang sesuatu secara dilebih-lebihkan (seperti menambah-nambahkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada atau bersifat fiktif) atau memang sepenuhnya khayalan.

Anak-anak berusia 4-5 tahun seringkali mengarang-ngarang cerita atau menceritakan tall tales. Aktivitas ini adalah normal pada rentang usia ini karena mereka suka mendengarkan cerita dan mengarang cerita sebagai bentuk permainan. Anak-anak pada usia ini mungkin mengaburkan antara kenyataan dan khayalan.

Anak-anak bisa menceritakan tall tales atau mengarang-ngarang cerita karena dirinya sedang menggunakan imajinasinya. Sebagai contoh, seorang anak bisa bersikeras bahwa dirinya pernah mengendarai seekor unicorn (semacam kuda bertanduk dalam khayalan). Padahal, jelas ini tidak mungkin.

Cara menghadapinya

Lantas, bagaimana kita menyikapinya? Berdasarkan Raising Children Network (Australia), tall tales atau dongeng tinggi ini jangan diperlakukan sebagai kebohongan, terutama bagi anak berusia di bawah 4 tahun. Apabila anak mengarang-ngarang cerita, kita bisa meresponnya dengan “Ceritanya bagus, ya. Bisa dijadikan buku cerita, nih,” yang mana mendorong imajinasi anak tanpa mendukung kebohongan.

Selain itu, orang tua juga bisa menanyakan kepada anak ketika anak sedang menceritakan khayalannya seperti, “Apakah itu sesuatu yang benar-benar terjadi ataukah sesuatu yang kamu inginkan?” Respon yang tidak memvonis seperti ini dapat mendukung anak untuk mengakui, “Iya, ini tidak nyata, tapi aku ingin ini jadi nyata.” Ajarkan anak untuk menjadikan jelas bahwa cerita karangan yang dibuat dengan imajinasinya itu bukanlah hal yang nyata.

Referensi

  1. AMERICAN ACADEMY OF CHILD AND ADOLESCENT PSYCHIATRY. Lying and Children [daring]. 2017 [dilihat 3 Februari 2021]. Tersedia dari: https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Facts_for_Families/FFF-Guide/Children-And-Lying-044.aspx
  2. MORIN, Amy. 3 Common Reasons Why Kids Lie (and How You Should Respond) [daring]. 2019 [dilihat 3 Februari 2021]. Tersedia dari: https://www.verywellfamily.com/top-3-reasons-kids-tell-lies-1095001
  3. RAISING CHILDREN NETWORK. Lies: why children lie and what to do [daring]. 2020 [dilihat 3 Februari 2021]. Tersedia dari: https://raisingchildren.net.au/preschoolers/behaviour/common-concerns/lies#tall-tales-how-to-handle-them-nav-title
Tall Tales: Ketika Anak Bercerita “Bohong”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *