Agar Anak Tidak Salah Memilih Role-Model

Sharing is caring!

Anak-anak suka meniru, tetapi ketika panutannya mencontohkan perilaku yang tidak baik, kita harus bagaimana?

Anak-anak mencontoh orang-orang di sekitarnya terutama orang tua. Akan tetapi, mereka tidak hanya mencontoh kedua orang tuanya terutama ketika mereka semakin bertambah dewasa.

Anak-anak mungkin akan menjadikan teman-temannya, guru-gurunya, artis-artis favoritnya, dll. sebagai role-model (panutan). Dalam hal ini, anak-anak bisa saja terpengaruh oleh perilaku-perilaku buruk yang ditampilkan role-model-nya.

Bisa saja seorang artis favorit anak melakukan kesalahan. Anak-anak yang masih polos belum tentu mengerti bahwa perbuatan yang dilakukan artis favoritnya itu tidak bisa ditoleransi. Maka dari itu, penting bagi orang tua untuk rajin berkomunikasi dengan anak mengenai role-model.

Akan tetapi, bagaimana caranya? Berikut adalah tipsnya berdasarkan Akademi Psikiatri Anak dan Remaja Amerika (AACAP):

  • buatlah anak agar mengenali nilai-nilai positif apa yang dia sukai dari panutannya,
  • berikan anak contoh orang-orang dalam komunitas yang kita rasa memiliki sifat-sifat positif dan memberikan pengaruh yang baik kepada yang lain, dan
  • bicarakan (kepada anak) mengenai orang-orang yang kita hormati sebagai pedoman dan inspirasi.

Seperti yang telah dibicarakan sebelumnya, anak-anak mungkin akan menjadikan tokoh-tokoh sebagai panutan. Tokoh-tokoh ini sama seperti kita, yaitu tidak sempurna dan sangat mungkin melakukan kesalahan. Akan tetapi, mereka tidak bisa menjelaskan langsung kepada anak mengenai perbuatannya.

Untuk itu, perlu bagi kita untuk memberikan penjelasan kepada anak. Berikut adalah tips untuk membicarakan role-model atau panutan yang melakukan kesalahan berdasarkan Akademi Psikiatri Anak dan Remaja Amerika:

  • ingatkan anak bahwa semua orang memiliki sifat baik dan sifat buruk dan semua orang bisa saja melakukan kesalahan; terangkan kepada anak bahwa penting bagi kita untuk meminta maaf dan belajar dari kesalahan-kesalahan kita,
  • tanyakan kepada anak apa yang dia pikirkan mengenai perilaku dari panutannya,
  • tanyakan kepada anak hal berbeda apa yang akan dilakukannya jika berada dalam situasi yang sama (seperti panutannya), dan
  • berikan contoh-contoh kepada anak hal-hal yang lebih positif dan sehat untuk menangani situasi tersebut.

Jika orang tua khawatir anak telah mendapatkan pengaruh yang buruk dari perilaku panutan anak, bantu anak mengenali panutan-panutan yang lebih baik. Ini bisa dengan:

  • mendorong anak untuk ikut dalam aktivitas-aktivitas yang mengandung nilai-nilai yang kita pegang seperti aktivitas keagamaan, olahraga, ekstrakurikuler, amal sukarela, dsb.,
  • mengingatkan anak bahwa anak tidak harus meniru semua yang dilakukan oleh panutannya; dirinya bisa meniru yang disukainya, tetapi tetap menjadi dirinya sendiri, dan
  • membantu anak menemukan panutan-panutan yang lebih positif.

Jangan lupa bahwa orang tua adalah role-model utama bagi seorang anak. Maka dari itu, contohkan anak perilaku-perilaku yang kita inginkan ada pada dirinya sejak awal.

Berikan juga anak pemahaman yang baik agar dirinya tidak mudah terpengaruh oleh role-model yang kurang baik. Komunikasikan dengan anak mengenai role-model yang baik dan bagaimana caranya menyikapi role-model yang kurang baik. Ini supaya berkembang kemandirian dalam diri anak untuk membedakan apa yang patut dan tidak patut dicontoh olehnya.

Referensi: AACAP (https://www.aacap.org/AACAP/Families_and_Youth/Facts_for_Families/FFF-Guide/Children-and-Role-Models-099.aspx)

Agar Anak Tidak Salah Memilih Role-Model

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *