Apa Itu ADHD?

Sharing is caring!

Gangguan ADHD menyebabkan anak berperilaku impulsif/hiperaktif dan/atau sulit memerhatikan.

ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) atau GPPH (gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas) adalah sebuah gangguan yang menyebabkan penderitanya sulit menjaga perhatian dan/atau menampilkan perilaku-perilaku impulsif/hiperaktif. Yang dimaksud perilaku impulsif adalah ketika seseorang melakukan sesuatu tanpa dipikirkan terlebih dahulu akibatnya sehingga rentan mengalami kecelakaan (yang mana merupakan salah satu dampak lebih lanjut dari ADHD ini).

Gejala-gejala ADHD

Gejala-gejala ADHD pada anak di antaranya:

Inatensi

  • Jangka perhatian pendek,
  • sulit mendengarkan orang lain,
  • sulit memerhatikan detail,
  • mudah terdistraksi,
  • sering lupa,
  • kemampuan organisasi yang buruk (sesuai usianya), dan
  • kemampuan belajar yang buruk (sesuai usianya).

Impulsivitas

  • Sering menginterupsi yang lain,
  • sulit menunggu gilirannya di sekolah dan/atau dalam permainan sosial, dan
  • sering mengambil resiko yang seringkali tanpa dipikir terlebih dahulu.

Hiperaktivitas

  • Selalu bergerak seperti berlari atau memanjat tanpa tujuan yang jelas,
  • sulit untuk duduk di tempatnya sekalipun saat seharusnya dirinya tetap duduk,
  • terlalu banyak bicara,
  • tidak tenang ketika duduk,
  • sulit mengikuti kegiatan yang tenang atau sunyi,
  • kehilangan atau kelupaan secara berulang dan sering, dan
  • tidak bisa fokus pada tugas (berpindah-pindah tugas tanpa menyelesaikannya).

Penyebab & faktor resiko

ADHD belum diketahui penyebabnya secara jelas. Faktor-faktor yang mungkin dapat memengaruhi dalam timbulnya ADHD meliputi faktor genetik, lingkungan, atau permasalahan pada sistem saraf pusat pada waktu-waktu penting dalam perkembangan.

Beberapa hal diduga dapat meningkatkan resiko ADHD. Faktor-faktor resiko tersebut termasuk:

  • anggota keluarga lain memiliki ADHD atau gangguan mental lainnya,
  • paparan racun lingkungan seperti timbal,
  • lahir prematur, dan
  • penggunaan obat-obatan, alkohol, atau merokok ketika masa kehamilan.

Dampak ADHD

Dampak lebih lanjut dari ADHD apabila tidak ditangani pada anak-anak di antaranya:

  • rendahnya rasa percaya diri,
  • depresi,
  • perilaku menentang,
  • kegagalan akademis,
  • perilaku-perilaku beresiko, atau
  • konflik dalam keluarga.

Apabila ADHD tidak ditangani dengan tepat, dikhawatirkan kehidupan anak kelak akan lebih sulit sebagaimana ADHD memengaruhi perkembangan anak baik dari segi sosial, kognitif, maupun emosional. Selain itu, oleh karena perilakunya yang tidak terkontrol, anak bisa sering mendapatkan respon negatif yang akhirnya memperburuk rasa percaya dirinya sehingga perilaku bermasalahnya malah semakin bertambah. Pada orang-orang dewasa, ADHD yang tidak dideteksi atau ditangani dapat mengurangi kemampuannya dalam meraih kesuksesan baik dalam segi sosial, pendidikan, interpersonal, maupun peran dalam keluarga.

Mengingat seriusnya dampak yang dapat ditimbulkan ADHD, maka orang tua yang memiliki kekhawatiran terhadap anaknya karena menunjukkan gejala-gejala seperti ADHD hendaknya segera membawanya ke dokter untuk melakukan pemeriksaan. Deteksi dan penanganan sedini mungkin merupakan langkah yang tepat demi hasil yang lebih baik.

Referensi

  1. HASAN, Shirin. ADHD [daring]. 2017 [dilihat 13 Maret 2021]. Tersedia dari: https://kidshealth.org/en/parents/adhd.html
  2. JOHNS HOPKINS MEDICINE. Attention-Deficit / Hyperactivity Disorder (ADHD) in Children [daring].Tidak tersedia [dilihat 13 Maret 2021]. Tersedia dari: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/adhdadd
  3. MAYO CLINIC. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD) in children [daring]. 2019 [dilihat 13 Maret 2021]. Terseda dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adhd/symptoms-causes/syc-20350889
  4. SOEBADI, Amanda. Kesulitan Belajar [daring]. 2013 [dilihat 13 Maret 2021]. Tersedia dari: https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kesulitan-belajar
  5. TRAN, Jennifer. Raising ADHD Awareness [daring]. 2020 [dilihat 13 Maret 2021]. Tersedia dari: https://psychiatry.arizona.edu/blog-post/raising-adhd-awareness
  6. WILLY, Tjin. ADHD [daring]. 2019 [dilihat 13 Maret 2021]. Tersedia dari: https://www.alodokter.com/adhd
Apa Itu ADHD?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *