Bolehkah Orang Tua Berbohong pada Anak?

Sharing is caring!

Apakah boleh orang tua berbohong pada anaknya?

Terkadang, orang tua berbohong pada anaknya dengan tujuan yang “baik”. Misalnya, agar anak berperilaku baik sesuai yang diinginkan orang tua.

“Ayo, Nak, bergegas tidur! Kalau tidak, nanti akan ada hantu menghampiri,” atau semacamnya mungkin memiliki niat yang baik. Dalam contoh barusan, orang tua mungkin menginginkan agar anak tidurnya teratur.

Akan tetapi, tahukah Anda? Ternyata berbohong pada anak termasuk bukan dengan niatan yang buruk tidaklah dianjurkan.

Apabila anak mengetahui banyak yang dikatakan oleh orang tuanya adalah kebohongan, anak dapat menganggap bahwa kebohongan merupakan hal yang biasa. Ini tentu merupakan sebuah degradasi moral yang tidak diharapkan oleh orang tua.

Hubungan antara orang tua dan anak pun dapat menjadi buruk kualitasnya. Karena sering berbohong pada anak, anak bisa menjadi hilang kepercayaannya pada orang tua. Padahal, hubungan yang baik antara orang tua dan anak merupakan salah satu modal penting dalam tumbuh kembang.

Sebagaimana diberitakan dalam British Psychological Society, berdasarkan studi oleh Peipei Setoh dari Nanyang Technological University dan kawan-kawannya, mereka (dewasa) yang dulunya orang tuanya membohonginya lebih banyak sekarang lebih sering berbohong kepada orang tuanya sendiri. Dengan sering dibohongi, mereka sepertinya mulai percaya bahwa menjadi tidak jujur adalah sah-sah saja secara moral.

Dalam penelitian itu juga ditemukan bahwa mereka yang lebih sering dibohongi dulunya lebih memungkinkan untuk memiliki kesulitan dalam menyesuaikan diri sebagai orang dewasa, terutama dalam permasalahan-permasalahan eksternalisasi seperti perilaku agresif.

Dr. Nurul Hartini, S.Psi., M.Kes dosen psikologi UNAIR berpendapat bahwa sekalipun dengan niatan yang baik, orang tua perlu mempertimbangkan akibatnya pada perkembangan mental anak. Sering berbohong pada anak menurutnya, dapat menyebabkan nalar anak kurang berkembang dan dapat membuat anak bingung.

Ternyata, cukup banyak dampak negatif yang dapat diakibatkan dari sering berbohong pada anak, bukan? Sekalipun dapat menyederhanakan penyelesaian masalah dalam jangka pendek, ternyata berbohong pada anak ini memiliki dampak-dampak yang tidak baik dalam jangka panjang.

Maka dari itu, hindarilah berbohong pada anak. Lebih baik melakukan pendekatan yang jujur dan sedikit berpikir lebih keras dalam penyampaiannya guna menjaga perkembangan anak.

Referensi

  1. AFIA, Zanna. Bolehkah Orang Tua Melakukan White Lies Demi Kebaikan Anak? [daring]. 2020 [dilihat 23 Mei 2021]. Tersedia dari: http://news.unair.ac.id/2020/02/13/bolehkah-orang-tua-melakukan-white-lies-demi-kebaikan-anak/
  2. HALODOC. Orangtua Sering Berbohong pada Anak, Apa Dampaknya? [daring]. 2020 [dilihat 23 Mei 2021]. Tersedia dari: https://www.halodoc.com/artikel/orangtua-sering-berbohong-pada-anak-apa-dampaknya
  3. REYNOLDS, Emily. Lying To Your Kids Could Make Them More Dishonest And Less Well-Adjusted As Adults [daring]. 2019 [dilihat 23 Mei 2021]. Tersedia dari: https://digest.bps.org.uk/2019/12/04/lying-to-your-kids-could-make-them-more-dishonest-and-less-well-adjusted-as-adults/
Bolehkah Orang Tua Berbohong pada Anak?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *