Pebisnis dengan Autisme

Sharing is caring!

Mungkin tidak mudah menjadi seorang individu dewasa dengan autisme. Akan tetapi, menjadi seorang individu dewasa dengan autisme bukan berarti sebuah jalan buntu.

Kita dapat mengambil sebuah contoh, yaitu seorang individu dewasa dengan autisme bernama Michael Coyne. Setelah lamarannya selalu ditolak di berbagai perusahaan, dengan bantuan orang tuanya, Michael mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk membuka bisnisnya sendiri.

Michael mengikuti kelas bisnis di Rhode Island Developmental Disability Center untuk belajar bisnis. Setelah lulus, Michael pun membuka sebuah kedai kopi bernama Red, White & Brew di North Smithfield, Rhode Island.

Ibu dari Michael, Sheila, mengatakan bahwa sebagai orang tua, daripada melihat sistem yang secara konsisten memberikan label dan penghalang untuk anaknya, ibu dan ayah Michael melihat nilai apa yang dimiliki oleh anaknya. Sheila berpendapat bahwa dengan Michael membuka bisnis seperti ini, orang-orang diajarkan bahwa seseorang dengan disabilitas pun dapat terjun ke masyarakat.

Michael mengatakan bahwa dalam bisnisnya, dirinya ingin merekrut orang-orang dengan atau tanpa kebutuhan khusus untuk mewujudkan sebuah lingkungan yang inklusif. Ibunya, Sheila, berharap model bisnis seperti ini dapat membantu individu-individu dengan disabilitas lainnya yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Sumber

  1. TRIBUNE MEDIA WIRE. After being denied employment, Rhode Island man with autism opens his own coffee shop [online]. 2019 [dilihat 3 Desember 2019]. Tersedia dari: https://kdvr.com/…/after-being-denied-employment-man-with-…/
Pebisnis dengan Autisme

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *