Red Flags Perkembangan pada Anak

Sharing is caring!

Tanda waspada atau red flags adalah tanda-tanda yang harus diwaspadai orang tua. Tanda-tanda ini dapat menandakan adanya permasalahan pada tumbuh kembang anak.

Berikut adalah tanda-tanda waspada tumbuh kembang yang didasarkan pada “Red Flags Early Identification Guide for children aged birth to five years SECOND EDITION” oleh Queensland Government.

Pada segala usia

  • Kekhawatiran orang tua (kepada anak) yang sangat kuat;
  • hilangnya skills atau kemampuan-kemampuan secara signifikan;
  • kurangnya respon terhadap rangsangan suara atau visual;
  • interaksi yang buruk dengan orang dewasa atau anak-anak yang lain;
  • tidak adanya atau terbatasnya kontak mata;
  • perbedaan kekuatan, gerakan, atau tonus pada tubuh sebelah kiri dan kanan;
  • kelemasan atau kekakuan yang memengaruhi secara signifikan pada perkembangan dan kemampuan fungsional motorik anak.

Pada usia 6 bulan

  • Tidak tersenyum maupun berinteraksi dengan orang lain;
  • tidak membuat ocehan (seperti: “aah” atau “uuh”);
  • tidak menggapai atau memegang mainan-mainan;
  • seringkali mengepalkan tangan;
  • tidak mengeksplorasi benda-benda dengan mata, tangan, dan mulut;
  • tidak membuat tangannya bertemu pada garis tengah badan;
  • tidak menjaga posisi kepala dan bahu dengan kontrol yang baik ketika tengkurap;
  • tidak menjaga posisi kepala dengan kontrol saat duduk dengan bantuan.

Pada usia 9 bulan

  • Tidak berbagi rasa senang dengan yang lain dengan kontak mata atau ekspresi wajah;
  • tidak menggunakan gestur-gestur (seperti menunjuk dan melambai);
  • tidak mengoceh dengan dua suku (seperti “bubu” atau “dada”);
  • tidak menggenggam benda-benda;
  • tidak “memberikan” benda-benda yang diminta;
  • tidak bisa memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan yang satunya;
  • tidak berguling;
  • tidak bisa duduk tanpa senderan/bantuan;
  • tidak bergerak (seperti merangkak);
  • tidak bertumpu pada kaki saat diposisikan berdiri.

Pada usia 12 bulan

  • Tidak menyadari adanya orang-orang baru;
  • tidak bermain permainan bergantian giliran sederhana (seperti ciluk-ba);
  • tidak ada frasa ocehan yang terdengar seperti berbicara;
  • tidak merespon pada kata-kata yang familiar (seperti “papa” atau “botol”);
  • tidak makan makanan jari (finger food) sendiri atau menggenggam botol/cup minuman;
  • tidak mampu mengambil benda-benda kecil dengan telunjuk dan ibu jari;
  • tidak ada tanda-tanda anak mampu bergerak secara mandiri (seperti merangkak);
  • tidak berpegang pada benda-benda untuk berdiri secara mandiri dan bertahan pada benda-benda tersebut untuk tetap berdiri.

Pada usia 18 bulan

  • Tidak tertarik untuk bermain atau berinteraksi dengan yang lain;
  • tidak ada kata-kata yang jelas;
  • tidak mengerti perintah-perintah sederhana;
  • tidak membuat coretan-coretan dengan krayon;
  • tidak mencoba untuk menyusun balok-balok setelah diberi contoh;
  • tidak berdiri secara mandiri;
  • tidak mencoba untuk berjalan sendiri tanpa diberi bantuan.

Pada usia 2 tahun

  • Ketika bermain dengan mainan cenderung melempar, menjatuhkan, atau memukulkan mainan tersebut daripada menggunakannya sesuai peruntukannya;
  • tidak mempelajari kata-kata baru;
  • tidak menggabungkan kata-kata (seperti “dorong mobil”);
  • tidak mencoba untuk makan sendiri dengan sendok atau membantu saat dipakaikan atau dilepaskan pakaiannya;
  • tidak mampu berjalan secara mandiri;
  • tidak mampu naik dan turun tangga dengan pegangan.

Pada usia 3 tahun

  • Tidak tertarik pada pretend play atau berinteraksi dengan anak-anak yang lain;
  • sulit mengenali dan mengerti perasaan dirinya maupun orang lain;
  • ucapannya sulit dimengerti oleh orang-orang yang akrab dengannya;
  • tidak bisa membuat kalimat-kalimat sederhana (seperti “mobil besar pergi”);
  • tidak mencoba untuk melakukan rawat diri (seperti makan atau mengenakan pakaian);
  • kesulitan dalam memanipulasi objek-objek kecil (seperti menguntai manik-manik);
  • tidak mampu naik dan turun tangga secara mandiri;
  • tidak bisa berlari atau melompat.

Pada usia 4 tahun

  • Tidak mau atau tidak mampu bermain secara kooperatif;
  • ucapannya sulit dimengerti;
  • tidak mampu mengerti instruksi dua langkah (seperti “taruh tasmu dan pergi bermain”);
  • tidak terlatih menggunakan toilet;
  • tidak mampu menggambar garis-garis dan lingkaran-lingkaran;
  • tidak bisa berjalan, berlari, memanjat, melompat, dan menggunakan tangga dengan penuh percaya diri;
  • tidak mampu menangkap, melempar, atau menendang bola.

Pada usia 5 tahun

  • Bermain dengan cara yang berbeda dari teman-temannya yang lain;
  • sulit menceritakan kepada orang tua apa yang dirasakannya;
  • tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam percakapan sederhana (seperti “Siapa namamu?”; “Siapa ayahmu?”; “Suka nonton apa di TV?”)
  • kekhawatiran dari guru tentang kesiapan anak untuk bersekolah;
  • tidak mampu secara mandiri menyelesaikan rutinitas-rutinitas keseharian seperti makan dan berpakaian;
  • tidak mampu berjalan, berlari, mendaki, melompat, dan menggunakan tangga dengan penuh percaya diri;
  • tidak mampu menggambar gambar sederhana (seperti stick person [“orang lidi”]);
  • tidak mampu melompat lima kali dengan satu kaki dan berdiri dengan satu kaki selama lima detik.

Referensi

  1. QUEENSLAND GOVERNMENT. Red Flags Early Identification Guide for children aged birth to five years SECOND EDITION [online]. 2016 [dilihat pada 2 Juli 2019]. Tersedia dari: https://www.childrens.health.qld.gov.au/wp-content/uploads/PDF/red-flags-a3.pdf
Red Flags Perkembangan pada Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *